![]() |
| Pedagang Bakso di Jalan Sultan Sjahrir |
Jakarta 16 Agustus 2018 - Kasihan sekali kejadian yang di alami oleh 7 pedagang bakso yang berjualan di pinggir Jalan Letjend Soeprapto, Jakarta Pusat pada hari Sabtu (4/8/2018).
8 Rombongan bus Pariwisata yang memesan habis bakso dari 7 gerobak tersebut hanya membayar Rp. 500.000. Mereka pun mengalami kerugian sekitar Rp. 2 juta - Rp. 3 juta.
Budi Tartanto selaku keluarga dari pemilik 7 gerobak bakso tersebut menjelaskan bahwa saat seorang wanita hendak membayar tagihan, dia menyebutkan bahwa panitia hanya meminta memborong 1 gerobak saja.
Sisanya, 6 pedagang lainnya disuruh untuk menagih sendiri ke para penumpang yang sudah naik ke bus bahkan beberapa sudah meninggalkan lokasi.
Rombongan bus tersebut ternyata bukanlah berisikan anak-anak yang tengah bertamasya, melainkan orang-orang dewasa.
Karena hal tersebut, maka para pedagang pun merasa segan untuk menagih kepada mereka.
"Kemarin pada Hari Sabtu sekitar pukul 10:30 siang, seperti biasa saudara saya itu mempunyai anak buah 7 yang diturunkan ke jalan Letjend Soeprapto. Mereka akan keliling. Nah tiba-tiba datang rombongan bis sebanyak 8.
Para penumpangnya langsung turun dan ada seorang kordinir yang membawa toa.
Dia menyerukan kepada para penumpang untuk turun dan segera makan bakso: Kita makan bakso malang saja, kita makan bakso malang saja, yang makan dicatat dan dikumpulkan ke panitia.
Nah saudara saya tahunya kan semua gerobak diborong. Karena semua gerobak diserbu.
Kemudian setelah makan, kordinir menyuruh semua penumpangnya untuk kembali naik ke bis. Ada yang bungkus juga pakai sterofoam.
Nah tiba pas bayar, ada ibu-ibu dia bilang kalau hanya bayar satu gerobak saja.
Kalau yang lain, disuruh minta atau nagih sendiri-sendiri. Nah inilah yang membuat saudara saya mengalami kerugian," - Budi, Minggu (5/8/2018).
Karena terjadi kesalahpahaman dan juga banyak nya orang dewasa di dalam bus tersebut, para pedagang tidak berani menagih ke rombongan tersebut.
Namun setelah berita ini viral di Facebook, pihak penyelenggara telah bersedia mengganti semua kerugiannya.
"Keesokannya atau tadi pagi pihak terkait mendatangi sudara saya dan siap menanggung kerugiannya," ucap Budi.



